Friday, April 13, 2012

Elektronika Dasar | SEO Indonesia

Segala benda baik yang padat, cair, maupun gas, merupakan gabungan dari bagian - bagian yang sangat kecil. Bagian - bagian itu pun masih dapat di bagi lagi. Bagian yang kecil dari benda padat, cair, maupun gas disebut molekul. Meskipun demikian, molekul - molekul dari suatu benda masih dapat dibagi lagi. Bagian itulah yang disebut dengan atom. Sampai pada atom, suatu benda sudah tidak dapat dibagi - bagi lagi. Setiap atom memiliki beberapa jenis kandungan, yaitu satu proton, satu atau lebih neutron, dan satu atau lebih elektron. Inti dari atom sendiri memiliki dua muatan, yaitu positif dan negatif. Inti atom di sini adalah proton dan neutron.
Elektron berputar mengelilingi inti atom sebagaimana planet - planet mengelilingi matahari, sedangkan perjalanan elektron yang mengelilingi inti atom di sebut orbit. Ada dua jenis atom, yaitu elektron bebas dan elektron yang terikat dengan inti atom. Gerakan elektron bebas pada suatu logam dapat membuat muatan listrik sehingga dapat menghasilkan arus listrik.

Teori Elektronika Dasar
Segala benda baik yang padat, cair, maupun gas, merupakan gabungan dari bagian - bagian yang sangat kecil. Bagian - bagian itu pun masih dapat di bagi lagi. Bagian yang kecil dari benda padat, cair, maupun gas disebut molekul. Meskipun demikian, molekul - molekul dari suatu benda masih dapat dibagi lagi. Bagian itulah yang disebut dengan atom. Sampai pada atom, suatu benda sudah tidak dapat dibagi - bagi lagi. Setiap atom memiliki beberapa jenis kandungan, yaitu satu proton, satu atau lebih neutron, dan satu atau lebih elektron. Inti dari atom sendiri memiliki dua muatan, yaitu positif dan negatif. Inti atom di sini adalah proton dan neutron.
Elektron berputar mengelilingi inti atom sebagaimana planet - planet mengelilingi matahari, sedangkan perjalanan elektron yang mengelilingi inti atom di sebut orbit. Ada dua jenis atom, yaitu elektron bebas dan elektron yang terikat dengan inti atom. Gerakan elektron bebas pada suatu logam dapat membuat muatan listrik sehingga dapat menghasilkan arus listrik.

PENYUSUNAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA
Elektronika praktis dapat dilakukan dengan sedikit alat dan bahan yang terbatas. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah sebuah meja dapur, yang terlindungi dengan benar, atau suatu pojok tempat kerja elektronik. Tempat yang dipilih harus cukup penerangannya, memiliki area yang datar dan kering sekitar 1 m x 1 m dan memiliki akses ke soket 3 pin.

Bekerja bersama orang lain juga dapat menjai sumber inspirasi dan memberikan dorongan yang berharga. Banyak institut teknik dan institut kelas sore menawarkan kelas elektronika dasar memberi seseorang pemula dalam elektronika suatu kesempatan untuk menggunakan alat - alat yang murah. Dewan kota London menawarkan banyak ujian elektronika yang khusus dan sesuai bagi teknisi listrik dan insinyur listrik yang membutuhkan kualifikasi formal dalam elektronika.

RESISTOR
Resistor adalah komponen elektrik yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan, dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas. Resistor tidak dialiri dengan arus yang besar. Ia jg dapat digunakan sebagai pembagi tegangan.

Pada peralatan seperti radio dan amplifier (model lama) sering dijumpai pengatur volume atau nada yang menggunakan tombol yang dapat diputar. Tombol tersebut adalah salah satu contoh resistor variabel, yaitu resistor yang dapat diubah - ubah nilainya. Perubahan resistansi akan mengubah besar arus yang menggerakkan membran speaker. Semakin besar nilai hambatan pada resistor dalam satuan ohm, semakin kecil besar arus yang melewatinya.

Contoh lain resistor adalah thermostat. Resistor ini resistansinya berubah seiring berubahnya temperatur lingkungan. Ada dua jenis thermistor : negative temperature coeficient (NTC) dan positive temperature coeficient (PTC). Resistansi NTC mengecil ketika temperatur lingkungan meningkat. Akibatnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian menjadi semakin besar. Resistansi PTC meningkat ketika temperatur ruangan meningkat. Pada kenyataannya thermistor di desain sedemikian rupa sehingga perubahaan temperatur mengubah resistansi secara teratur.

thermistor dibuat dari bahan semi konduktor seperti nikel oksida, mangan oksida, atau kobalt oksida dan mampu melepaskan lebih banyak muatan seiring dengan peningkatan jumlah energi panas. Dengan karakteristik tersebut, thermostat dapat dijadikan sensor suhu pada peralatan yang membutuhkan otomasi pengaturan dengan salah satu variabelnya adalah suhu. Thermostat banyak yag dipakai sebagai sensor suhu penggerak kipas pada komputer, termometer listrik, setrika listrik (sebagian memakai bimetal), dan AC. Simbol dari thermistor mirip dengan resistor, hanya saja ditutup dengan lingkaran oval.

KAPASITOR

Kapasitor adalah komponen elektrik yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Salah satu jenis kapasitor adalah kapasitor keping sejajar. Kapasitor ini terdiri dari dua buah dielektrik. Bila kapasitor dihubungkan ke baterai, kapasitor terisi hingga beda potensial antara kedua terminalnya sama dengan tegangan baterai. Jika baterai dicabut, muatan - muatan listrik akan habis dalam waktu yang sangat lama, kecuali jika sebuah konduktor dihubungkan pada kedua terminal kapasitor.

Ketika sakelar ditutup, elektron - elektron pada keping positif bergerak menuju kutub positif baterai sedangkan elektron dari kutub negatif bergerak menuju keping negatif. Akibatnya terjadi beda potensial antara keping positif dan negatif. Oleh kerna keluarnya elektron dari satu keping dan masuknya elektron ke keping lainnya terjadi terus - menerus, beda tegangan antara kedua keping pada akhirnya akan sama dengan tegangan baterai. Saat itu aliran elektron akan berhenti dan keping logam telah terisi dengan muatan - muata listrik.

INDUKTOR
Induktor adalah elemen dinamik yang berbasis pada variasi medan magnet yang ditimbulkan oleh arus. Induktor dibuat dari kawat konduktor yang dililitkan pada suatu inti yang terbuat dari bahan magnetik atau tanpa inti (berinti udara). Ada tiga tipe dasar induktor : induktor dengan inti udara, induktor dengan inti besi, dan induktor dengan inti ferrit. Induktor dengan inti udara memiliki induktansi yang kecil dengan order milihenry dan digunakan untuk frekuensi radio (di atas 1 MHz). Biasanya induktor ini digunakan untuk radio tuning circuit dan filter circuit. Induktor berinti besi memiliki induktansi lebih tinggi dengan orde henry serta biasanya digunaka untuk aplikasi frekuensi rendah. Umumnya induktor ini digunakan pada frekuensi di bawah 100 kHz. Induktor berinti ferrit dioperasikan pada frekuensi antara 100 kHz dan 100 MHz.
Induktor memiliki besaran yang disebut induktansi dengan lambang L. Satuannya adalah Henry. Satu Henry didefinisikan sebagai induktansi yang dihasilkan oleh beda potensial 1 V ketika terjadi perubahan arus sebesar 1A.
Lambang untuk suatu induktor kelihatan seperti suatu koil kawat karena itu adalah bentuk paling sederhananya. Induktor memiliki kekerabatan yang dekat dengan kapasitor. Perubahan arus yang melewati induktor bergantung pada besarnya tegangan induktor tersebut. Hubungan antara tegangan induktor dengan arus induktor didapatkan dengan menurunkan e terhadap waktu.
DIODA
Dioda adalah piranti semikonduktor yang mengalirkan arus satu arah saja. Dioda terbut dari germanium atau silicon yang lebih dikenal dengan dioda junction. Struktur dari dioda ini, sesuai dengan namanya, adalah sambungan antara semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N. Semikonduktor tipe P berperan sebagai katoda. Dengan struktur seperti ini arus hanya dapat mengalir dari sisi P ke sisi N.
Ada tiga kalimat kunci yang membedakan dioda dengan piranti lain:
1. Memiliki dua terminal seperti halnya resistor
2. Arus yang mengalir bergantung pada beda potensial antara kedua terminal.
3. Tidak mematuhi hukum Ohm.

No comments:

Post a Comment

Komentar harus berkaitan dengan iklan terkait

Pengamat SEO Blogspot